You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
desa Drajat
Memuat halaman
Menyusuri Jejak Sejarah dan Religi di Desa Drajat: Magnet Wisata Spiritual di Lamongan

Menyusuri Jejak Sejarah dan Religi di Desa Drajat: Magnet Wisata Spiritual di Lamongan

07 Mei 2026 Administrator 6 Kali Dilihat

PACIRAN – Terletak di pesisir utara Kabupaten Lamongan, Desa Drajat, Kecamatan Paciran, terus memperkokoh posisinya sebagai destinasi wisata religi utama di Jawa Timur. Desa yang menjadi peristirahatan terakhir salah satu anggota Walisongo, Sunan Drajat, kini tidak hanya dikenal karena nilai sejarahnya, tetapi juga geliat ekonomi masyarakatnya yang terus berkembang.

Pusat Peradaban dan Dakwah

Desa Drajat memiliki nilai historis yang sangat kental. Di sinilah Raden Qasim, yang kemudian dikenal sebagai Sunan Drajat, menyebarkan ajaran Islam dengan pendekatan sosial dan budaya. Beliau dikenal dengan filosofi "Catur Piwulang", yang mengajarkan kepedulian sosial yang tinggi:

  1. Memberi tongkat pada yang buta.

  2. Memberi makan pada yang lapar.

  3. Memberi payung pada yang kehujanan.

  4. Memberi pakaian pada yang telanjang.

Hingga saat ini, Makam Sunan Drajat yang terletak di dataran tinggi desa tersebut menjadi magnet bagi ribuan peziarah setiap harinya, terutama pada malam Jumat atau hari-hari besar Islam.

Modernisasi Museum dan Fasilitas Wisata

Pemerintah Kabupaten Lamongan bersama pengelola situs terus melakukan pembenahan. Selain kompleks pemakaman, keberadaan Museum Khusus Sunan Drajat menjadi daya tarik tersendiri. Di dalam museum, pengunjung dapat melihat berbagai peninggalan bersejarah, termasuk set Gamelan Singo Mengkok yang digunakan sebagai media dakwah seni pada masanya.

"Kami terus berupaya menjaga keaslian situs sambil meningkatkan kenyamanan bagi peziarah. Desa Drajat adalah wajah Lamongan di mata dunia internasional melalui sejarah penyebaran Islamnya," ujar salah satu pengelola situs.


Geliat Ekonomi Kreatif Masyarakat

Keberadaan makam keramat ini membawa berkah ekonomi yang luar biasa bagi warga setempat. Di sepanjang jalan menuju kompleks makam, deretan UMKM menawarkan berbagai produk khas:

  • Kuliner: Keripik ikan laut, wingko babat, dan minuman legen.

  • Kerajinan: Kain tenun ikat Parengan (dari wilayah sekitar) dan berbagai pernak-pernik religi.

  • Akomodasi: Munculnya berbagai penginapan dan homestay yang dikelola warga untuk menampung peziarah dari luar kota.

Infrastruktur dan Aksesibilitas

Secara geografis, Desa Drajat berada di jalur strategis Daendels (Pantura). Akses menuju desa ini sangat mudah, baik dari arah Surabaya maupun Tuban. Selain wisata religi, kedekatan desa ini dengan destinasi lain seperti Wisata Bahari Lamongan (WBL) dan Maharani Zoo membuat paket wisata di kawasan Paciran semakin lengkap.

Catatan Redaksi: Bagi Anda yang ingin berkunjung, disarankan untuk tetap menjaga tata krama dan kebersihan area makam sebagai bentuk penghormatan terhadap situs bersejarah ini.

Tulis Pendapat Anda
CAPTCHA

Transparansi APBDes

Realisasi anggaran dan pendapatan desa secara transparan

APBDES 2026

Pelaksanaan

Pendapatan 75%
AnggaranRp 2.000.000.000
RealisasiRp 1.500.000.000
Belanja 90%
AnggaranRp 100.000.000
RealisasiRp 90.000.000
Pembiayaan 100%
AnggaranRp 500.000.000
RealisasiRp 500.000.000
APBDES 2026

Pendapatan

Pendapatan Asli Desa 75%
AnggaranRp 2.000.000.000
RealisasiRp 1.500.000.000
APBDES 2026

Pembelanjaan

BIDANG PENYELENGGARAN PEMERINTAHAN DESA 90%
AnggaranRp 100.000.000
RealisasiRp 90.000.000

Panel Informasi

Status Kehadiran